<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Satelit News &#187; KABUPATEN TANGERANG</title>
	<atom:link href="/category/metro-tangerang/kabupaten-tangerang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.satelitnews.co.id</link>
	<description>Koran pertama dan terbesar di tangerang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Sep 2012 09:28:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Petani Dihantui Ancaman Puso</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/petani-dihantui-ancaman-puso/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/petani-dihantui-ancaman-puso/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2012 09:22:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Peternakan Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Cisadane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5224</guid>
		<description><![CDATA[TIGARAKSA,SNOL Kemarau panjang membuat semakin cemas petani di Kabupaten Tangerang. Ancaman puso atau gagal panen menghantui mereka. Kalangan petani mendesak pemerintah agar memberikan solusi, salah satunya dengan membuat hujan buatan untuk membasahi lahan pesawahan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tangerang, Budi mengungkapkan kemarau panjang kali ini menjadi persoalan serius bagi petani. Sejumlah sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TIGARAKSA,SNOL Kemarau panjang membuat semakin cemas petani di Kabupaten Tangerang. Ancaman puso atau gagal panen menghantui mereka. Kalangan petani mendesak pemerintah agar memberikan solusi, salah satunya dengan membuat hujan buatan untuk membasahi lahan pesawahan.<span id="more-5224"></span><br />
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tangerang, Budi mengungkapkan kemarau panjang kali ini menjadi persoalan serius bagi petani. Sejumlah sumber air yakni Sungai Cisadane, Cidurian dan Cimanceri mengalami penurunan debit air. “Bahkan di wilayah ujung atau hulu, ada keluhan para petani sudah tidak mendapatkan air. Ini persoalan serius,” katanya kepada wartawan koran ini, Minggu (2/9).<br />
”Kemarau kali ini hampir menyeluruh. Kami minta pemerintah segera membuat hujan buatan. Sampai saat ini belum ada langkah konkrit dari pemerintah. Mereka hanya bisa mengawasi saja dan mengimbau agar petani tidak menanam padi di saat musim kemarau,” imbuh Budi, kepada wartawan.<br />
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, tutur Budi, pada tahun 2009 lalu luas lahan pertanian 57.000 hektar, dan kini luasnya tinggal 47.000 hektar yang produktif. Dari 47.000 luas lahan pertanian, sekitar 37.000 hektar adalah tanaman padi, sedangkan sisanya adalah tanaman hortikultura (sayur-mayur).<br />
“Rencana Pemkab Tangerang untuk menaikkan hasil pertanian dari 6,5 ton/hektar menjadi 10 ton/hektar, seperti diberitakan media beberapa waktu lalu, bisa gagal karena fuso. Langkah strategis dan efektif sudah harus dipikirkan lebih jauh,” ucapnya.<br />
Terpisah, Camat Kronjo Dedi Ruswandi mengatakan, sejumlah desa di kecamatannya dilanda kekeringan parah. Diantaranya Desa Pagedangan Ilir, Muncung, Rampak dan Pasir. Sumber air untuk warga dan pertanian sudah sulit didapat akibat menurunnya debit air di Sungai Cimanceri dan Sungai Cidurian. “Bahkan daerah yang masih ada airnya saja sudah membutuhkan pompanisasi,” keluhnya.<br />
Mirisnya lagi sumber air dari Sungai Cisadane juga sudah tidak bisa dirasakan warga karena saluran irigasinya yang melintas di kecamatan tersebut sudah mengering. Pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan tim penanggulangan bencana dari Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang. “Bantuan air juga sudah dari Perusahaan Daerah Air Minum,” tegasnya. Kondisi ini juga membuat para kelompok tani resah akan ancaman fuso. Sejumlah petani di wilayahnya sudah menggunakan pompa untuk mengaliri air dari irigasi.<br />
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, Jarnaji mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengawasan kekeringan di sejumlah seluruh kecamatan di Kabupaten Tangerang. “Kemarau kali ini memang membuat debit air di Sungai Cisadane, Cimanceri dan Cidurian menurun. Sehingga membuat kebutuhan air bagi padi terganggu, untuk itu kami terus melakukan pengawasan secara intensif, termasuk cara penanganan masalah kekeringan ini,”pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/petani-dihantui-ancaman-puso/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PLTU di Depan Mata, Ratusan Keluarga di Perbatasan Hidup Tanpa Listrik</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/pltu-di-depan-mata-ratusan-keluarga-di-perbatasan-hidup-tanpa-listrik/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/pltu-di-depan-mata-ratusan-keluarga-di-perbatasan-hidup-tanpa-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2012 09:20:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Buraset Rt]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Gembor Rt]]></category>
		<category><![CDATA[PLTU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5220</guid>
		<description><![CDATA[JAMBE,SNOL Kabar menyedihkan datang dari daerah perbatasan Kabupaten Tangerang. Ratusan Kelapa Keluarga (KK) di Desa Mekar Sari Kecamatan Jambe hidup tanpa listrik selama puluhan tahun. Padahal, di Kabupaten tersebut terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Warga yang belum menikmati aliran listrik itu tersebar di empat kampung diantaranya Kampung Gembor Rt 4 dan 5, Kampung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAMBE,SNOL Kabar menyedihkan datang dari daerah perbatasan Kabupaten Tangerang. Ratusan Kelapa Keluarga (KK) di Desa Mekar Sari Kecamatan Jambe hidup tanpa listrik selama puluhan tahun. Padahal, di Kabupaten tersebut terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).<span id="more-5220"></span><br />
Warga yang belum menikmati aliran listrik itu tersebar di empat kampung diantaranya Kampung Gembor Rt 4 dan 5, Kampung Buraset Rt 2, Kampung Lampeong Rt 10 dan Kampung Depok Rt 3. “Ada 400 KK yang belum menikmati listrik sejak puluhan tahun di empat kampung tersebut dan terbagi di lima Rt,” ungkap Aman Kepala Desa Mekar Sari kepada wartawan koran ini, kemarin.<br />
Aman mengaku prihatin dengan kondisi ini. Pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan masalah ini. Mulai dari bentuk surat, proposal pemasangan lsitrik hingga usulan dalam Musrenbang Kecamatan dan Kabupaten Tangerang tahun 2012. “Dalam Musrenbang itu saya ngotot kepada Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” katanya.<br />
Dia mengaku tidak mengerti mengapa Pemkab Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan PT PLN belum memasang listrik. “Saya sudah ke Disperindag dan hanya diberikan jawaban mudah-mudahan disetujui permohonan pemasangan listrik di empat kampung tersebut,” ucapnya.<br />
Menurutnya, jika masyarakat diberikan sambungan listrik, setidaknya itu menjadi pemasukan buat negara. Berdasarkan informasi yang diterimanya ada ratusan warga yang tinggal empat kampung itu bekerja sebagai buruh, petani, pedagang dan lainnya. “Seharusnya ada survei dulu dari pihak terkait sebelum memasang, tapi sampai sekarang tidak ada,” katanya.<br />
Empat kampung itu kata aman, berbatasan dengan wilayah Parung Panjang dan Tenjo, Jawa Barat. Pihakya berharap pemasangan jaringan listrik di empat kampung itu bisa direalisasikan secapatnya. “Saya dengar katanya mau dibangun 2013, tapi tidak tahu kepastiannya. Saya sebagai Kades ingin membangun desa, salahsatunya mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk memasangan jaringan listrik di kampung tersebut.” katanya.<br />
Saat ini ratusan warga disana hanya mengandalkan aliran listrik dari tetangga yang sudah mendapatkan aliran, hingga menggunakan petromax untuk penerangan. “Dulu ada juga yang menggunakan tenaga surya pakai aki, tapi tidak tahu sekarang. Terus ada juga warga yang harus menyambungkan kabel ke meteran dengan jarak 200 hingga 500 meter,” ungkapnya.<br />
Terpisah, Kasi Pemanfaatan Sumber Daya Mineral Disperindag Kabupaten Tangerang, Sunardi mengatakan, tahun ini Jambe belum masuk dalam program pemasangan instalasi listrik dari Pemda. “Kami minta agar Kepala Desa atau Camatnya mengirimkan usulan pemasangan. Mudah-mudahan bisa direalisasikan di tahun depan,” pungkasnya. (fajar aditya/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/pltu-di-depan-mata-ratusan-keluarga-di-perbatasan-hidup-tanpa-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Radja Dukung Zaki Iskandar</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/radja-dukung-zaki-iskandar/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/radja-dukung-zaki-iskandar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2012 09:16:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Bapak Zaki]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Radja Ma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5214</guid>
		<description><![CDATA[SEPATAN, SNOL Ribuan warga di empat kecamatan yang tergabung dalam Relawan Rakyat Adil Bersahaja (Radja) menyatakan dukungan penuh bagi Ahmed Zaki Iskandar untuk menjadi Bupati Tangerang periode selanjutnya.  Dukungan tersebut diberikan karena Zaki dianggap sosok yang bisa melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tangerang menjadi lebih baik lagi. “Kami yakin dengan melihat sepak terjangnya selama ini, Bapak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEPATAN, SNOL Ribuan warga di empat kecamatan yang tergabung dalam Relawan Rakyat Adil Bersahaja (Radja) menyatakan dukungan penuh bagi Ahmed Zaki Iskandar untuk menjadi Bupati Tangerang periode selanjutnya.  Dukungan tersebut diberikan karena Zaki dianggap sosok yang bisa melanjutkan pembangunan di Kabupaten Tangerang menjadi lebih baik lagi.<span id="more-5214"></span><br />
“Kami yakin dengan melihat sepak terjangnya selama ini, Bapak Zaki adalah orang yang paling tepat untuk memimpin Kabupaten Tangerang ke depan,” ujar Ketua Radja  Ma’mun Murod usai acara Halal Bihalal Relawan Radja di Kawasan Industri Akong, Desa Karet, Kecamatan Sepatan Minggu (2/9).<br />
Selain itu menurut Ma’mun, alasan Radja mendukung Zaki sebagai Bupati Tangerang kedepan karena selain merupakan putra asli Kabupaten Tangerang,  Zaki selama ini dikenal sangat peduli dengan masyarakat di Kabupaten Tangerang. “Dengan tugasnya yang sangat berat sebagai anggota DPR RI, Bapak Zaki tidak melupakan masyarakat Kabupaten Tangerang yang telah mendukungnya. Bapak Zaki mau mengunjungi serta memperhatikan masyarakat bawah,” jelasnya.<br />
Untuk itu, Ma’mun menambahkan, dirinya beserta seluruh koordinator inti mulai tingkat kecamatan hingga tingkat RT yang berjumlah 1222 orang akan siap memberikan dukungan agar Zaki bisa menjadi Bupati.<br />
Sementara Zaki yang hadir dalam acara halal bihalal tersebut mengungkapkan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan oleh Relawan Radja kepada dirinya.  “Terima kasih atas dukungannya, mudah-mudahan niat saya untuk bisa mengabdikan diri membangun Kabupaten Tangerang bisa terlaksana,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Zaki berjanji,  jika kelak dirinya terpilih, akan membangun infrastruktur yang lebih baik lagi. “Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tangerang harus terus ditingkatkan, salah satunya adalah sarana jalan,” jelas Zaki yang datang ke acara dengan menggunakan ojek karena macetnya jalan di Sepatan.<br />
Sekretaris DPD Tingkat II Golkar Kabupaten Tangerang Ahmad Jaini mengatakan,  walaupun saat ini Zaki Iskandar telah memiliki banyak dukungan dari berbagai partai, namun dukungan dari relawan Radja ini sangat berarti. “Alhamdulillah saat ini telah banyak partai yang siap berkoalisi, hanya saja  dengan dukungan ini, tentunya bisa mempermudah perjuangan untuk meraih tujuan,” jelasnya. Jaini juga mengatakan, pihaknya berharap agar baik partai maupun relawan akan semakin solid dan kuat dalam berjuang agar Zaki bisa menjadi Bupati Tangerang. (hendra/made)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/radja-dukung-zaki-iskandar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Balon Incar Perahu PPP</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/lima-balon-incar-perahu-ppp/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/lima-balon-incar-perahu-ppp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2012 09:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[PPP]]></category>
		<category><![CDATA[SKPD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5210</guid>
		<description><![CDATA[CIKOKOL, SNOL Lima bakal calon (balon) Bupati/Waki Bupati Tangerang  yang mendaftar di Panitia Penjaringan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Kabupaten Tangerang menyampaikan visi-misinya di depan ratusan kader partai kabah di Aula Kantor PPP, Cikokol Tangerang Minggu, (2/9). Kelimanya adalah Ketua KNPI Provinsi Banten Aden Abdul Khaliq, Ketua Kadin Kabupaten Tangerang Dedi Kurniadi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CIKOKOL, SNOL Lima bakal calon (balon) Bupati/Waki Bupati Tangerang  yang mendaftar di Panitia Penjaringan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Kabupaten Tangerang menyampaikan visi-misinya di depan ratusan kader partai kabah di Aula Kantor PPP, Cikokol Tangerang Minggu, (2/9).<span id="more-5210"></span><br />
Kelimanya adalah Ketua KNPI Provinsi Banten Aden Abdul Khaliq, Ketua Kadin Kabupaten Tangerang Dedi Kurniadi, Ketua DPC PPP Kabupaten Tangerang Edi Sunardi serta Suwandi yang kini menduduki posisi staf ahli Bupati. Mereka secara bergiliran menyampampaikan konsep yang akan dilakukannya jika terpilih sebagai Bupati Tangerang ke depan.<br />
Usai menyampaikan visi misi, para Balon Bupati tersebut juga diwajibkan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh  beberapa perwakilan pengurus anak cabang (PAC) yang banyak mempertanyakan sejauh mana komitmen mereka terhadap PPP jika diusung nanti. Yang menarik, saat penyampaian visi-misi tersebut adalah, hampir semua calon Bupati memaparkan bahwa, di Kabupaten Tangerang perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap posisi para pejabat yang duduk di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Hal ini lantaran dianggap banyak yang kurang tepat menduduki jabatannya.<br />
Aden Adul khaliq mengatakan, seharusnya jabatan SKPD ditempati oleh orang yang tepat dan mampu berkoordinasi dengan SKPD lainnya. Di samping itu, pemerintahan kedepan juga harus mampu berkoordinasi dengan baik dengan para legislatif untuk menghasilkan kebijakan yang benar-benar pro rakyat. “Kabupaten Tangerang memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menjadi daerah yang maju. Untuk itu, jabatan-jabatan di SKPD harus diduduki oleh orang yang tepat agar bisa menjalankan program pembangunan dengan baik,” jelas Aden.<br />
Sedangkan menurut Dedi Kurniadi, saat ini banyak SKPD yang diduduki oleh orang yang kurang tepat dalam bidangnya.  “Saat ini banyak program yang kurang bisa berjalan maksimal akibat tidak diduduki oleh orang yang tepat. Untuk itu, jika saya terpilih nanti hal yang pertama yang akan saya lakukan adalah merombak semua pejabat di SKPD,” ujar Dedi<br />
Sementara, Ketua Pendaftaran Calon Bupati dan wakil Bupati Tangerang 2013-2018, DPC PPP Kabupaten Tangerang Entus Satibi mengatakan, pemaparan visi misi ini sengaja dilakukan untuk mengetahui sejauh mana konsep kepemimpinan , program pembangunan Kabupaten Tangerang serta  keseriusan dari para bakal calon itu sendiri. “Kami mencari calon yang terbaik untuk kami usung di Pilkada nanti,” ujar Entus.<br />
Entus menambahkan, apa yang diutarakan oleh para calon ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan bagi PPP dalam menentukan siapa calon terpilihnya.  Namun begitu, dia menambahkan, pihaknya juga akan memberikan point lebih bagi bakal calon yang telah mengantongi kursi. Sebab, saat ini PPP hanya memiliki empat kursi saja sehingga membutuhkan empat kursi lainnya untuk dapat mengusung calon bupati dan wakil bupati. (hendra/made)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/lima-balon-incar-perahu-ppp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Air Jadi Pintu Masuk Imigran Gelap</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/jalur-air-jadi-pintu-masuk-imigran-gelap/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/jalur-air-jadi-pintu-masuk-imigran-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2012 10:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[UNHCR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5199</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG,SNOL Sejumlah titik pelabuhan rakyat di pantai utara (Pantura), Kabupaten Tangerang diduga menjadi pintu masuk penyelundupan manusia dan imigran gelap. Jalur laut bagi para peminta suaka dan pencari kerja ilegal mulai marak terjadi di Pantura sejak Juli lalu. Kepala Imigrasi Tangerang Enang S Syamsi mengatakan, titik-titik yang menjadi lokasi oknum atau broker human trafficking (perdagangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG,SNOL Sejumlah titik pelabuhan rakyat di pantai utara (Pantura), Kabupaten Tangerang diduga menjadi pintu masuk penyelundupan manusia dan imigran gelap. Jalur laut bagi para peminta suaka dan pencari kerja ilegal mulai marak terjadi di Pantura sejak Juli lalu.<span id="more-5199"></span><br />
Kepala Imigrasi Tangerang Enang S Syamsi mengatakan, titik-titik yang menjadi lokasi oknum atau broker human trafficking (perdagangan orang) untuk membawa imigran gelap dan penyelundupan manusia dari Timur Tengah ke Pantura Tangerang mengunakan kapal laut biasanya berlabuh di pelabuhan-pelabuhan kecil milik rakyat sekitar.<br />
“Pintu masuk pelabuhan rakyat itu antara lain; pelabuhan Teluknaga, pelabuhan Pulau Rambut, pelabuhan Kronjo, pelabuhan Kresek dan pelabuhan Tanjung Kait, Pantura, Kabupaten Tangerang. Kebanyakan Broker human trafficking membawa seludupan mereka melalui titik-titik pelabuhan laut milik rakyat yang berada di Pantura, Tangerang ini,” kata Syamsi, Jumat (31/8).<br />
Syamsi menjelaskan, akhir-akhir ini sejumlah titik pelabuhan rakyat di pantura menjadi lokasi penyelundupan manusia dan masuknya imigran gelap, setelah ditutupkan pintu masuk penyelundup manusia dari beberapa wilayah Indonesia lainnya.<br />
Masalah lain, katanya, pada pintu masuk pelabuhan rakyat di Pantura tidak ada lokasi penjagaan super ketat dilakukan aparat kepolisian, TNI maupun imigrasi. Akhirnya, banyak dari cukong pembawa warga asing ilegal bebas masuk dari Timur Tengah ke Indonesia , melalui Tangerang.<br />
“Mulai Juli lalu penyelundupan imigran gelap dan travicking mulai marak terjadi di Tangerang melalui pelabuhan rakyat itu. Di saat kesibukan masyarakat merayakan Idul Fitri, mereka melakukan penyeludunpan imigran dan manusia,” kata Syamsi.<br />
Untuk memperketat pengawasan jalur laut di Pantura, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan polisi air polres Metro Kota Tangerang dan TNI khususnya Angkatan Laut untuk mengawasi masuknya kapal-kapal dari luar negeri yang secara ilegal membawa manusia kapal dan imigran gelap yang negara sedang berkecamuk perang mencari suaka politik di Australia. “Kami mulai perketat pengamanan,” singkatnya.<br />
Disinggung soal tujuh imigran UNHCR asal Afganistan dan Iran yang kabur pada Selasa (22/8) lalu, pihak imigrasi menjelaskan para imigran tersebut saat ini belum ditemukan batang hidungnya. “Perburuan tujuh imigran itu masih dalam tahap penelusuran pihaknya dan dipastikan pada dua minggu kedepan para imigran itu akan diketahui jejaknya, namun ia memastikan para imigran itu tidak akan jauh kabur, kemungkinan mereka akan kembali tempat penampungan imigran di Cisarua, Bogor ,” jelas Syamsi.<br />
Sementara itu, 16 imigran yang masih bertahan di hotel Mandala, Tangerang, telah diajukan pihaknya kepada Direkrorat Jenderal untuk segera dilakukan pemulangan ke negara asal atau dikirim ke Australia. “Kaburnya tujuh imigran itu dari hotel hotel Mandala, Jalan dokter Sitanala, Kota Tangerang, Rabu lalu, karena mereka bosan disini. Karena, organization for migration (IOM) dibawah UNHCR belum ada kepastian membawa mereka ke negara ketiga untuk mencari suaka politik,” tuturnya.<br />
Penyebab lain kaburnya imigran ini, para imigran yang diinapkan di Tangerang, dalam satu hotel pun kerap terjadi bentrokan dan konflik internal antara sesama imigran, maka mereka merasakan tidak aman dan nyawa mereka terancam jika terus tinggal bersama imigran yang berseteru tersebut di tempat yang sama. Pihak Imigrasi berperan sebagai penengah agar tidak terjadi konflik antara imigran tersebut. (pane/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/jalur-air-jadi-pintu-masuk-imigran-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zaki Iskandar: Soal Pendamping Tenang Saja</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/zaki-iskandar-soal-pendamping-tenang-saja/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/zaki-iskandar-soal-pendamping-tenang-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2012 10:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[KPUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pekanbaru Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Pendopo Bupati]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Kabupaten Tangerang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5197</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG, SNOL Bakal calon (Balon) Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku tidak akan terburu-buru dalam menentukan pendamping. Pendaftaran pasangan balon di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang yang masih lama menjadi alasan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini menetapkan wakilnya pada Pilkada Kabupaten Tangerang mendatang. “Ya, tenang saja tidak perlu cepat-cepat,” ungkap Zaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG, SNOL Bakal calon (Balon) Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengaku tidak akan terburu-buru dalam menentukan pendamping. Pendaftaran pasangan balon di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tangerang yang masih lama menjadi alasan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tangerang ini menetapkan wakilnya pada Pilkada Kabupaten Tangerang mendatang.<span id="more-5197"></span><br />
“Ya, tenang saja tidak perlu cepat-cepat,” ungkap Zaki kepada sejumlah wartawan di Pendopo Bupati, Jumat (31/8), usai menghadiri pelepasan atlet-atlet dari Kabupaten Tangerang yang terpilih mewakili Provinsi Banten guna diterjunkan dalam PON di Pekanbaru Riau.<br />
Putra Bupati Tangerang Ismet Iskandar ini, menegaskan pada saatnya nanti akan daftar sebagai balon bupati bersama pasangannya di KPUD. Namun demikian tidak akan memilih-milih waktu pendaftaran.<br />
“Bagi saya semua hari sama, tanggal juga sama. Ya, kapan daftarnya tunggu saja tanggal mainnya,” kata anggota Dewan Perwakilan Raykat (RI) dari daerah pemilihan Tangerang Raya ini.<br />
Ketika kembali disinggung tentang pasangannya nanti, Zaki menerangkan akan memilih sendiri sesuai dengan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “DPP Golkar memberikan hak prerogratif kepada saya untuk memilih wakil atau pasangan,” ucapnya.<br />
Namun menurut Zaki, Golkar juga terus menjajaki untuk melakukan koalisi dengan partai-partai lain. “Nah, kalau di partai koalisi, soal pasangan saya nanti, itu dibicarakan di meja di partai koalisi itu, dan diputuskan bersama secara demokratis,” paparnya.<br />
Ketika didesak apakah pasangannya nanti dipilih dari birokrat, mengingat belakangan ini sudah muncul nama Hermansyah sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, yang dinilai pantas berpasangan dengan dirinya,  Zaki enggan memberi komentar lebih lanjut.<br />
Sedangkan ketika disinggung apakah Golkar akan kembali koalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam Pilkada Kabupaten Tangerang tahun ini, Zaki mengaku sudah berupaya yang dibuktikan mengikuti pendaftan balon di partai tersebut. “Saya juga sudah ikut fit and proper test. Saya serahkan pada mekanisme DPP PDIP,” tuturnya. (bud/deddy/bnn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/zaki-iskandar-soal-pendamping-tenang-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekeringan, Warga Mandi dan Nyuci di Tengah Sawah</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/kekeringan-warga-mandi-dan-nyuci-di-tengah-sawah/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/kekeringan-warga-mandi-dan-nyuci-di-tengah-sawah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2012 10:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Tangerang]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung Sentul]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Balai]]></category>
		<category><![CDATA[Lintang Utara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5195</guid>
		<description><![CDATA[KRONJO,SNOL Kemarau panjang membuat sumber air di Kabupaten Tangerang alami kekeringan. Aktivitas mandi dan mencuci pun terpaksa dipindah dari dalam rumah ke tengah saluran irigasi di tengah pesawahan. Sedangkan untuk kebutuhan minum, mereka membeli air bersih isi ulang dengan harga Rp6000/galonnya. Warga Kampung/Desa Pagedangan Udik, Jamhuri (35) mengatakan, sebagian besar wilayah Kronjo alami kekeringan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KRONJO,SNOL Kemarau panjang membuat sumber air di Kabupaten Tangerang alami kekeringan. Aktivitas mandi dan mencuci pun terpaksa dipindah dari dalam rumah ke tengah saluran irigasi di tengah pesawahan. Sedangkan untuk kebutuhan minum, mereka membeli air bersih isi ulang dengan harga Rp6000/galonnya.<span id="more-5195"></span><br />
Warga Kampung/Desa Pagedangan Udik, Jamhuri (35) mengatakan, sebagian besar wilayah Kronjo alami kekeringan yang cukup parah. Selama dua bulan ini warga kesulitan mendapatkan air bersih. “Sudah dua bulan ini kami mengkonsumsi air isi ulang seharga Rp6000/galon. Sumur kami sudah kering. Beberapa sumur memang masih ada airnya sedikit tapi asin,” keluhnya kepada wartawan kemarin.<br />
Kekeringan juga dialami Usman (35), warga Kampung Ampel Desa Gembong Kecamatan Balaraja. Dia mengaku kampungnya juga mengalami kekeringan parah. Warga terpaksa menggunakan air keruh irigasi di tengah pesawahan untuk kebutuhan sehari-hari. Mirisnya lagi, warga harus rela mandi di irigasi tersebut bersama ternak bebek milik warga. “Terpaksa mas sudah tidak ada air di rumah, jadi kami mandi di kali ini. Kadang ditemani sama bebek juga,” tandasnya.<br />
Tidak hanya itu, jarak tempuh sumber air juga jauh hingga 1,5 KM. Beberapa warga harus menggunakan sepeda motor untuk mengangkut air hilir mudik. Kekeringan juga melanda Kampung Sentul, Balaraja.<br />
Warga Kampung Barabat Desa Cikareo Kecamatan Solear, Herry juga mengeluhkan kekeringan yang menimpa kampungnya. Warga harus berjalan 2 KM menuju sumber air guna memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. “Air sumur sudah mengering. Terpaksa kami mengambil air dari sungai, meski itu cukup jauh,” akunya.<br />
Meluasnya kekeringan musim kemarau ini juga melanda Warga Kampung Ciatuy Desa Bojong Kecamatan Cikupa dan Kampung Nagrak Desa Margasari Kecamatan Tigaraksa. Warga mengeluh sulitnya mendapatkan air. “Kalaupun air sumur ada, itupun pada malam hari disedot dengan mesin air secara bergantian. Selain itu, ya harus jalan berkilo-kilo untuk mencapai sumur alam yang belum kering,”imbuhnya.<br />
Diberitakan sebelumnya, Kepala Balai besar meteorology, Klimatologi  dan Geofisika (BMKG) wilayah II Ciputat, Subarjo menjelaskan, musim kemarau kali ini terbilang panjang. Karena sejak Juni lalu nyaris tidak ada hujan. Jika dibandingkan tahun lalu yang masih terdapat curah hujan meski sedikit. Musim kemarau tahun ini terjadi karena suhu muka air laut masih rendah sehingga tidak terjadi penguapan air laut yang menyebabkan hujan. “Untuk Tangerang sendiri merata suhunya berkisar 32-34 derajat,” terangnya.<br />
Musim kemarau juga disebabkan karena letak matahari saat ini jauh dari wilayah Indoensia. Matahari saat ini ada di wilayah Lintang Utara. Kemarau panjang ini tidak hanya melanda tiga wilayah Tangerang saja, melainkan hampir 70 persen wilayah di Indonesia dan juga mengalami kekeringan. Seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, menurut Subarjo, kekeringan terjadi wilayah kabupaten lebih banyak memiliki lahan tanah yang belum diproduktifkan. “Berbeda dengan selatan yang sudah padat penduduk, jadi tidak begitu terlihat kekeringannya,” kata Subarjo.<br />
Walau demikian, dia memprediksi tidak akan ada bencana kekeringan yang parah. Menurutnya, selama di Bogor sebagai hulu sungai masih diguyur hujan yang intensitasnya sering, sungai yang mengalir di wilayah Tangerang dan sekitarnya, akan tetap terjaga debit airnya. Cuaca panas yang mengakibatkan kekeringan ini, diprediksi akan berlangsung hingga Oktober mendatang.<br />
“Diprediksi bulan September matahari sudah memasuki ekuator, sehingga pada bulan Oktober atau November mendatang cukup untuk menaikkan air laut dan membentuk awan yang menghasilkan hujan,” jelas Subarjo.<br />
Selama menunggu matahari memasuki ekuator atau garis khatulistiwa, Subarjo menghimbau warga Tangerang dan sekitarnya agar tetap menjaga perilaku seperti membuang puntung rokok sembarangan. Akibat perilaku tersebut, terutama pada ladang rumput yang kering, percikan api yang menimbulkan kebakaran akan sangat mungkin terjadi. “Terkadang kebakaran justru dipicu oleh hal-hal yang sepele, sehingga masyarakat harus berhati-hati,” pungkasnya. (aditya/mita/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/kekeringan-warga-mandi-dan-nyuci-di-tengah-sawah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersangka Korupsi KIR Dishub tak Kunjung Ditahan</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/tersangka-korupsi-kir-dishub-tak-kunjung-ditahan/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/tersangka-korupsi-kir-dishub-tak-kunjung-ditahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2012 10:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Edy Wahyu]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Tigaraksa]]></category>
		<category><![CDATA[KIR]]></category>
		<category><![CDATA[Nurdin Marzuki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5185</guid>
		<description><![CDATA[TIGARAKSA,SNOL Proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat KIR di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa dinilai lambat. Pasalnya walaupun Kejaksaan teleh menetakan tersangka sejak Juni 2012 lalu, namun hingga kini belum melakukan penahanan terhadap para tersangkanya. &#8220;Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka ya harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TIGARAKSA,SNOL Proses penanganan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat KIR di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa dinilai lambat. Pasalnya walaupun Kejaksaan teleh menetakan tersangka sejak Juni 2012 lalu, namun hingga kini belum melakukan penahanan terhadap para tersangkanya.<span id="more-5185"></span><br />
&#8220;Kalau sudah ditetapkan sebagai tersangka ya harus ditahan, tidak ada alasan. Jangan sampai Kejaksaan dan tim penyidiknya terkesan tidak profesional, terlebih tersangka telah ditetpkan sejak Juni lalu&#8221; ungkap Ketua Reclasseering Indonesia Provinsi Banten Imam Fachrudin<br />
Semestinya kejaksaan mengambil tindakan tegas dengan melakukan penahanan apabila si pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, jangan sampai menimbulkan prasangka buruk masyarakat.<br />
Dengan tidak dilakukannya penahan, sambungnya, pihak kejaksaan harusnya memberikan penjelasan bahwa kasus korupsi merupakan tindak pidana khusus yang harus ditangani secara khusus. &#8220;Memang penangguhan penahanan merupakan wewenang kejaksaan, tapi kalau tersangka menghilangkan barang bukti untuk mengembangkan penyidikan, bagaimana?&#8221; tanya aktivis tersebut.<br />
Setiap tersangka yang melakukan tindak pidana baik korupsi maupun umum, lanjut Imam, pasti akan berupaya untuk tidak dilakukan penahanan, tinggal bagaimana kejaksaan menaggapinya. &#8220;Jangan sampai kejaksaan main mata dengan tersangka kasus korupsi, karena ini merupakan pencuri uang negara,&#8221; tegasnya.<br />
Sementara, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tigaraksa, Ery Syarifah saat dikonfirmasi wartawan terkait itu melalui ponselnya enggan berkomentar terlalu banyak. Kendati menurutnya, pihak kejaksaan masih terus memproses kasus tersebut. “Tahapannya masih berjalan, dan masih dalam proses pemeriksaaan. Cukup dulu ya,” katanya singkat.<br />
Seperti diketahui, Nurdin Marzuki pejabat Dishubkominfo Kota Tangsel periode 2010-2011 beserta enam orang lainnya diperiksa penyidik Kejaksaan Tigaraksa. Menyusul adanya dugaan korupsi pengadaan alat uji KIR yang didanai APBD Kota Tangsel 2010.<br />
Pejabat lain yang turut diperiksa, yakni Edy Wahyu (sekretaris dinas Kominfo), kepala bidang, kepala seski, hingga pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK). Kejari juga akan segera memeriksa pihak PT. Mayindo, sebagai penyedia alat KIR tersebut.<br />
Nurdin Marzuki ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut pada 8 Juni lalu. Namun Kejari tidak melakukan penahanan dengan alasan yang bersangkutan masih dinilai kooperatif selama pemeriksaan. (hendra/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/tersangka-korupsi-kir-dishub-tak-kunjung-ditahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jaya Komara Digugat Rp 100 Miliar</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/jaya-komara-digugat-rp-100-miliar/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/jaya-komara-digugat-rp-100-miliar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 12:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Armen Tandjun]]></category>
		<category><![CDATA[Jaya Komara]]></category>
		<category><![CDATA[KLB]]></category>
		<category><![CDATA[Total Rp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5156</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG,SNOL Ribuan investor Koperasi Langit Biru (KLB) menggugat bos KLB Jaya Komara sebesar Rp 100 miliar. Gugatan ini terungkap saat sidang perdana kasus perdata KLB di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (29/8). Kuasa hukum para penggugat Syafrudin mengatakan, kliennya meminta agar Jaya Komara mengembalikan modal yang diberikan kepada KLB sebesar Rp 60 miliar, ditambah lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG,SNOL Ribuan investor Koperasi Langit Biru (KLB) menggugat bos KLB Jaya Komara sebesar Rp 100 miliar. Gugatan ini terungkap saat sidang perdana kasus perdata KLB di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (29/8).<span id="more-5156"></span><br />
Kuasa hukum para penggugat Syafrudin mengatakan, kliennya meminta agar Jaya Komara mengembalikan modal yang diberikan kepada KLB sebesar Rp 60 miliar, ditambah lagi dengan keuntungan investasi Rp 40 miliar. “Total Rp 100 juta yang harus dikembalikan Jaya Komara,” kata Syafrudin usai persidangan.<br />
Sementara dalam dalam persidangan yang juga menggugat tiga nama pimpinan KLB lainnya, yakni Wakil Direktur KLB Raden Patriot Ahmad Yani, Sekretaris KLB Asrori, dan Bendahara KLB Acep Karmita tanpa dihadiri tergugat utama Jaya Komara.<br />
Jalannya sidang pun cukup tegang dan penuh kawalan polisi. Sebab, puluhan investor yang juga menghadiri persidangan terus mewarnai jalannya sidang. Jaya Komara dan 3 tergugat lainnya diwakili kuasa hukumnya, Armen Tandjun.<br />
Ketua Majelis Hakim Gerchat Pasaribu terpaksa menunda persidangan hingga Rabu (5/9). Sebab, surat gugatan yang diajukan penggugat tidak lengkap. Dalam surat gugatan, tidak dicantumkan alamat rumah Jaya Komara. “Tidak ada alamat yang lengkap rumah tergugat. Kami butuh data yang lengkap untuk memastikan tergugat ini benar pemilik KLB,” imbuhnya.<br />
Hakim pun memberikan kesempatan kepada kuasa hukum penggugat untuk melengkapi surat gugatan hingga batas yang sudah ditentukan. “Kami berikan kesempatan 1 minggu. Sidang ditunda hingga Rabu, 5 September 2012. Kami harap saat itu materi gugatan lengkap,” pinta Gerchat.<br />
Dalam kesempatan itu, puluhan investor yang melakukan gugatan juga melakukan aksi unjuk rasa di halaman PN Tangerang. Mereka menyatakan telah membentuk Tim Penyelamat Dana KLB yang diselewengkan Jaya Komara dan akan akan menuntut ganti rugi lebih besar lagi yakni Rp 600 miliar.<br />
“Pembentukan tim ini diharapkan bisa mengawal terus keberadaan dana investasi kami yang entah bagaimana kabarnya. Tim ini juga ada agar dana-dana yang tak jelas rimbanya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Bersama kami juga ada 85 ribu investor dan menuntut mengembalikan dana sampai Rp 600 miliar,” kata Guntur Ismail, Koordinator Lapangan.<br />
Masih kata Guntur, pihaknya pun sengaja mengajukan gugatan perdata ke PN Tangerang lantaran negosiasi yang dilakukan di luar persidangan menuai jalan buntu. “Kami berharap, investor yang belum tergabung dengan tim ini segera bergabung. Agar semua bisa menyelamatkan dananya. Sebab, masih ada ratusan ribu orang lagi yang belum bergabung bersama kami,” tegasnya.<br />
Sementara itu, Armen Tandjung, Kuasa Hukum Tergugat mengatakan, terkait dengan gugatan ini, pihaknya pun tidak akan tinggal diam. Bahkan, sejak kasus KLB mencuat, pihaknya sudah melakukan upaya penyelamatan KLB dengan melakukan perbaikan manajemen direksi. “Saat ini sudah ada 7.000 orang bersama kami untuk mengganti kepemimpinan. Pemilihannya juga segera kami lakukan sesuai dengan amanat UU Koperasi Nomor 25/1999,” imbuhnya. (pane/deddy)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/jaya-komara-digugat-rp-100-miliar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuntut Hak, Ratusan Buruh Mogok</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/tuntut-hak-ratusan-buruh-mogok/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/tuntut-hak-ratusan-buruh-mogok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Aug 2012 12:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KABUPATEN TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Pantauan Satelit News]]></category>
		<category><![CDATA[Raya Indul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[THR]]></category>
		<category><![CDATA[Yulius Arif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=5154</guid>
		<description><![CDATA[TANGERANG,SNOL Ratusan buruh PT Bali Taru Utama (BTU) melakukan aksi mogok kerja dan menggelar demonstrasi di depan gerbang perusahaannya, Rabu (29/8). Mereka menuntut manajemen pabrik agar memberikan hak-hak hormatif kepada buruh kontrak sesuai UU No 13 Tahun 2004. Pantauan Satelit News, aksi mogok kerja dilakukan sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Dalam aksinya yang diikuti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG,SNOL Ratusan buruh PT Bali Taru Utama (BTU) melakukan aksi mogok kerja dan menggelar demonstrasi di depan gerbang perusahaannya, Rabu (29/8). Mereka menuntut manajemen pabrik agar memberikan hak-hak hormatif kepada buruh kontrak sesuai UU No 13 Tahun 2004.<span id="more-5154"></span><br />
Pantauan Satelit News, aksi mogok kerja dilakukan sejak pagi sekitar pukul 08.00 Wib. Dalam aksinya yang diikuti oleh sekitar 300 buruh berstatus kontrak itu mereka menuntut pihak manajemen pabrik yang berlokasi di jalan raya serang KM 11, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang itu agar memberlakukan hak-hak normatif buruh seperti permberlakuan upah sektoral, pembayaran THR tiap tahun, pengadaan jamsotek dan lainnya. Mereka menilai hak-hak buruh yang diberlakukan saat ini tidak sesuai dengan Undang-undang.<br />
Kecewa aksinya tidak kunjung ditanggapi, sekitar pukul 12.00 Wib, buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) tersebut, mencoba merangsek ke dalam pabrik. Karena kondisi pintu gerbang terkunci, ratusan buruh itu sempat mendobrak pintu gerbang, namun berhasil dihalau oleh pihak Kepolisian dan aparat keamanan pabrik.<br />
Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) PT Bali Taru Utama, Yulius Arif menjelaskan, Hari ini (kemarin,red) merupakan hari kedua mereka melakukan aksi. &#8220;Demo sudah dimulai sejak kemarin (28/8-red). Kami sudah mengutus tim runding untuk bernegosiasi dengan pihak manajemen pabrik untuk mencari jalan tengah,&#8221; kata Yulius, disela aksi.<br />
Para buruh sepakat untuk terus menggelar aksi demo didepan Pabrik yang memproduksi pensil warna tersebut hingga tuntutan mereka dikabulkan, karena sudah kesal dengan sikap manajemen pabrik yang kerap kali mengacuhkan hak buruh dengan melakukan sistem tambal sulam dengan terus sebagai buruh kontrak.<br />
Yulius juga mengatakan, perusahaan tempatnya bekerja tersebut sudah menyalahi undang-undang ketenagakerjaan. &#8220;Jelas, perusahaan ini sudah melanggar undang-undang ketenagakerjaan No 13 Tahun 2002 pasal 50 dan 65, tentang pengangkatan karyawan tetap. Dan ini terbukti, pada hari Raya Indul Fitri perusahaan ini tidak memberikan THR kepada sekitar 300 karyawan yang ada di sini. Perusahaan hanya memberikan syrup dan roti kaleng saja,&#8221; tandasnya.<br />
Yn (28), salah satu buruh kontrak mengaku sudah bekerja satu tahun di perusahaan tersebut mengeluhkan, dalam kurun waktu satu tahun itu ia sudah tigakali melakukan tandatangan kontrak. &#8220;Setiap tiga bulan sekali saya harus teken kontrak dengan perusahaan. Mau enggak mau ya harus mengikuti, daripada saya kehilangan pekerjaan,&#8221; keluhnya. (eky fajrin/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/tuntut-hak-ratusan-buruh-mogok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
