<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Satelit News &#187; Kecamatan Serpong</title>
	<atom:link href="/tag/kecamatan-serpong/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.satelitnews.co.id</link>
	<description>Koran pertama dan terbesar di tangerang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jul 2012 09:59:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Nenggak Miras, Tewas Dipangkuan Istri Muda</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/nenggak-miras-tewas-dipangkuan-istri-muda/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/nenggak-miras-tewas-dipangkuan-istri-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2012 08:34:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA TANGSEL]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Ditemani Anggie]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Kedaung]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Tangsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=3288</guid>
		<description><![CDATA[SERPONG,SNOL Nyawa Chaerudin tidak tertolong. Pria usia 58 tahun ini tewas setelah menenggak minuman keras (miras) di sebuah tempat hiburan malam di Kampung Buaran RT.01/06, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu dini hari. Sebelum tewas, CH sempat kejang-kejang di pangkuan seorang wanita yang diduga sebagai istri mudanya. Kejadian berawal saat Chaerudin yang diketahui merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SERPONG,SNOL Nyawa Chaerudin tidak tertolong. Pria usia 58 tahun ini tewas setelah menenggak minuman keras (miras) di sebuah tempat hiburan malam di Kampung Buaran RT.01/06, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu dini hari.<span id="more-3288"></span> Sebelum tewas, CH sempat kejang-kejang di pangkuan seorang wanita yang diduga sebagai istri mudanya.<br />
Kejadian berawal saat Chaerudin yang diketahui merupakan warga Jalan Kapling 2 No.63A, RT 13 RW 11, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel tersebut bertemu dengan Anggelina Natasya atau yang akrab dipanggil Anggie (23), warga Jalan KH Dewantara RT 01 RW 05, Kelurahan Sawah, Ciputat, Kota Tangsel, pada Selasa (5/6) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Keduanya bertemu di kawasan Pamulang, Kota Tangsel.<br />
Setelah bertemu dengan wanita yang diduga sebagai istri mudanya itu, keduanya kemudian pergi ke warung nangka atau biasa dikenal alang-alang, yang terletak di Kampung Buaran RT.01/06 Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong.<br />
Di warung remang-remang ini, keduanya berkaraoke sambil menenggak minuman keras jenis bir hitam. Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB korban tiba-tiba tubuhnya mengejang tak beraturan.<br />
Ditemani Anggie, Chaerudin kemudian langsung dilarikan ke RS Buaran Sejahtera. Namun di tengah perjalanan, nyawanya tidak tertolong. Mendapat laporan, petugas dari Polsek Serpong kemudian langsung datang ke lokasi.<br />
Kapolsek Serpong Kompol Nico Andriano mengatakan, anggotanya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami belum bisa memastikan penyebab korban meninggal apakah karena miras atau lainnya, saat ini sedang diselidiki,” ujar Nico.<br />
Dugaan sementara, Chaerudin meninggal akibat meminum minuman keras. “Dugaan sementara minum miras, namun karena usianya juga relatif tua bisa saja karena sakit,” kata Kapolsek.<br />
Pihak kepolisian sudah meminta keluarga korban untuk melakukan visum, namun pihak keluarga menolaknya. “Kita sudah meminta agar korban divisum sehingga jelas unsur kematian korban, namun keluarganya menolak. Jadi kami juga tidak dapat memaksa. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap Nico saat dihubungi melalui telepon genggamnya. (irm/bnn/jarkasih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/nenggak-miras-tewas-dipangkuan-istri-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rampok Kuras Rumah di BSD</title>
		<link>http://www.satelitnews.co.id/rampok-kuras-rumah-di-bsd/</link>
		<comments>http://www.satelitnews.co.id/rampok-kuras-rumah-di-bsd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Mar 2012 16:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editorial-3</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita photo]]></category>
		<category><![CDATA[KOTA TANGSEL]]></category>
		<category><![CDATA[METRO TANGERANG]]></category>
		<category><![CDATA[Betulin Pipa Air]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Serpong]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Rawa Buntu]]></category>
		<category><![CDATA[Neng Imas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.satelitnews.co.id/?p=376</guid>
		<description><![CDATA[Modus Pura-pura Betulin Pipa Air SERPONG Ini peringatan agar waspada dengan orang yang tidak dikenal. Seperti yang dialami Neng Imas (38). Warga perumahan Anggrek Residance Blok BA Rt. 03/01 No. 26, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ini harus merelakan harta bendanya dikuras dua perampok yang mengaku akan membetulkan pipa air, Senin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Modus Pura-pura Betulin Pipa Air</strong></p>
<p>SERPONG Ini peringatan agar waspada dengan orang yang tidak dikenal. Seperti yang dialami Neng Imas (38). Warga perumahan Anggrek Residance Blok BA Rt. 03/01 No. 26, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ini harus merelakan harta bendanya dikuras dua perampok yang mengaku akan membetulkan pipa air, Senin (5/3).<span id="more-376"></span><br />
Saat itu Neng Imas dan keluarganya sedang tidak berada di rumah. Di rumah mewah itu hanya ditinggali oleh Sri Gustina (25), pembantu yang baru bekerja selama dua bulan di rumah Imas.<br />
Di rumah yang hanya ada seorang pembantu itu, para perampok kemudian melancarkan aksinya. Keduanya mengaku diperintahkan majikan Sri untuk membetulkan pipa air. Tanpa rasa curiga, Sri pun membiarkan kedua pelaku masuk ke dalam rumah. “Tadi saya lagi di atas, terus ada yang ketok pintu, dia bilang disuruh bapak benerin keran air. Akhirnya saya ijinkan masuk rumah,” kata Sri yang mengaku asal Ogan Ilir, Sumatera Selatan ini.<br />
Sri pun mempercayai kedua pelaku dan mengantarkannya ke kamar mandi. Di kamar mandi, Sri diminta untuk menemani seorang pelaku mengukur keran air. Tanpa diketahui oleh Sri, seorang teman pelaku pergi ke lantai dua rumah dan berhasil mengambil brankas di kamar korban. Sri pun baru menyadari kedua aksi pelaku tersebut setelah pelaku hendak meninggalkan rumah dengan membawa kotak brankas. Sri mengaku sempat berteriak namun dihadang pistol oleh pelaku.<br />
Pelaku berhasil membawa brankas berisi emas, berlian, dan sejumlah dokumen berharga dengan total kerugian senilai Rp 117 juta, serta satu telepon selular pembantu korban, Nokia C7.<br />
Menurut keterangan Sri, pelaku datang menggunakan sebuah mobil. “Dia sempat bilang sama saya, ini mobilnya boleh parkir di sini gak (depan rumah),” kata Sri. Namun Sri tak ingat mobil pelaku karena terhalang pagar rumah.<br />
Sementara menurut Herman, tetangga korban, pelaku menggunakan mobil Honda City berwarna biru. “Selain kedua pelaku, juga ada seorang lainnya yang menunggu di mobil,” kata Herman.<br />
Kejadian ini pun langsung dilaporkan kepada petugas keamanan setempat, kemudian dilaporkan ke Polsek Serpong. “Pelaku sepertinya sudah tahu situasi rumah ini, seperti kapan pemilik rumah pergi,” kata Kanit Reskrim AKP Kosasih di lokasi kejadian.<br />
Kosasih mengatakan, sekitar pukul 11.00, saksi sedang sendiri di rumah tiba-tiba didatangi dua orang tak dikenal mengetok pintu dan berkata akan memperbaiki air PAM di kamar mandi. “Kemudian pelaku diantar saksi menuju kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi pelaku menodongkan benda yang diduga senpi ke saksi. Saksi tidak bisa berbuat apa-apa. Kemudian salah satu pelaku masuk ke kamar korban mengambil brankas yang berisi perhiasan, surat-surat berharga, uang sekitar 1.375 euro, kerugian sekitar Rp 117.500.000,” kata Kosasih.<br />
Pembantu korban pun dibawa ke Mapolsek Serpong untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian polsek Serpong. “Kita sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” katanya.(irm/dtc/deddy/bnn)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.satelitnews.co.id/rampok-kuras-rumah-di-bsd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
