AMK-Gatot Jalani Tes Kesehatan
PSU Lebak 14 November
TANGERANG, SNOL Pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang, Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Purwanto, akhirnya menjalani tes kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang, Selasa (9/10). Sama seperti kandidat lainnya, pasangan ini diperiksa di Paviliun Khusus Wijaya Kusuma (PWK).
Pada pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan pada pukul 07.30 WIB tersebut, AMK hadir lebih awal, yakni pada pukul 07.00 WIB. Mengenakan batik berwarna coklat, Kodri hadir ditemani sopir dan mendapat kawalan dari salah seorang personel kepolisian dari Polres Metro Tangerang berpakaian preman yang sebelumnya memang ditugaskan sebagai pengawal melekat (Walkat) saat pemilukada lalu.
Begitu sampai, AMK langsung disambut para dokter pemeriksa yang juga anggota IDI Tangerang. Setelah bersantai sesaat, Dirut PDAM Tirta Benteng ini dipersilahkan masuk ke ruang pemeriksaan seraya menunggu Gatot. Adapun Gatot hadir agak lebih lama. Rupanya mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tangerang ini sempat kesasar ke ruang medical cek up. Namun begitu pada pukul 07.30 WIB, Gatot hadir di PWK lewat pintu belakang.
Pada pukul 14.17 WIB pasangan Kodrat selesai menjalani pemeriksaan. Mereka mengaku pemeriksaan berjalan lancar tanpa kendala. “Relatif pemeriksaan cukup ketat karena membutuhkan kesiapan fisik dan pikiran. Tapi dari seluruh pemeriksaan, tidak ada hal yang terkendala,” ujarnya. Menurut AMK, untuk uji fisik yang berat adalah treadmill. “Cukup berat karena saya harus berlari dan tekanan darah harus stabil,” ujarnya.
Ditanya apakah ada harapan untuk pemungutan suara ulang (PSU)? AMK mengaku hal itu menjadi kewenangan MK. Namun jika terjadi, dia berharap bisa ikut kembali menjadi kandidat. “Ada PSU atau tidak yang penting adanya kondusifitas di Kota Tangerang. Kalau pun ada PSU, diharapkan perjalanannya lancar. Tapi kalaupun tidak, harus tetap kita patuhi,” ujarnya.
Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan dari IDI Dr. I Rede Rai Kosa mengatakan, hasil pemeriksaan ini rencananya akan langsung diplenokan. Jika harus ada pemeriksan ulang, pihaknya juga akan melakukannya selama masih ada waktu yang diberikan KPU, sejak tanggal 9-14 Oktober.
“Kita usahakan hasil pemeriksaan kita serahkan ke KPU sebelum tanggal 14 Oktober. Pemeriksaan ulang akan dilakukan jika ada data yang kurang, itu sudah ada klausulnya. Kita bekerja profesional, supaya hasil akhir bisa dipertanggung jawabkan,” ujar dokter spesialis penyakit dalam ini.
Pemeriksaan kesehatan sendiri merupakan petitum Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan sela sengketa Pemilukada Kota Tangerang yang mewajibkan kedua pasangan ini menjalani pemeriksaan ulang. Selain masalah pemeriksaan, MK juga memerintahkan agar KPU Banten melakukan verfikasi ulang partai pengusung pasangan nomor 1 atas nama Harry Mulya Zein-Iskandar dan pasangan nomor 4, AMK-Gatot.
Pilkada Lebak
Pemungutan suara ulang (PSU) Pemilukada Lebak akan digelar pada tanggal 14 November mendatang. Kepastian tersebut berdasarkan rapat internal yang digelar oleh lima komisioner anggota KPU Lebak pada Rabu (9/10) siang.
“Ya, berdasarakan musyawarah yang kita gelar, insya Allah PSU akan digelar pada hari Kamis (14/11) mendatang,” kata Ketua KPU Lebak, Agus Sutisna, di ruang kerjanya, kemarin.
Pada awalnya KPU Lebak mengajukan empat waktu untuk PSU yakni tanggal 14,15,16 dan 17 November 2013. “Akhirnya kami sepakat, PSU digelar tanggal 14, kalau tanggal 15 kan hari Jumat, sangat tidak mungkin. Sementara untuk tanggal 16 dan 17 adalah hari terakhir kepemimpinan Bupati Lebak 2008 – 2013, sehingga kami menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Agus.
Alasan diambilnya tanggal 14 November karena KPU tidak ingin berlama-lama menunda putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan keberlanjutan pemerintahan di Kabupaten Lebak. “Soal anggaran kita juga sudah tersedia yakni dikisaran Rp 9,2 miliar diantaranya untuk logistik Pemilukada dan honor PPK, PPS dan KPPS, sementara untuk honor KPU tidak ada,” ungkapnya.
Terpisah praktisi hukum dari Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten Agus Ruhban menyatakan, pasca habis masa jabatan Bupati Lebak, otomatis kepemimpinan Lebak akan dipimpin oleh pejabat sementara (Pjs) Bupati. “Pjs ini nanti akan ditentukan oleh Pemprov Banten,” jelasnya. (ahmadi/made/deddy)
