Harga Sembako Mulai Naik
Jelang Natal dan Tahun Baru
TANGERANG, SNOL Meskipun perayaan Natal dan Tahun Baru 2014 masih dua minggu lagi, tapi harga sembako mulai merangkak naik. Di Pasar Anyar, Tangerang beberapa komponen sembako sudah membumbung. Aji (40) salah seorang pedagang sembako asal Cirebon yang berjualan di sana menjelaskan, sejak dua hari terakhir, beberapa bahan pokok mulai naik.
“Untuk harga bahan pokok yang mulai naik yaitu gula Jawa dari harga sebelumnya Rp 14 ribu per kilogramnya saat ini naik menjadi Rp 15 ribu per kilogram, selain itu harga bawang putih dari Rp 8.500 per kilo naik menjadi Rp 9.500, begitu juga bawang merah dari Rp 18 ribu naik menjadi Rp 20 ribu,” ujar Aji, Rabu (11/12).
Aji mengaku, keadaan seperti ini telah rutin terjadi setiap tahunnya. Setiap akan datangnya Natal dan Tahun Baru sudah menjadi hal yang biasa bagi para pedagang sembako di Pasar Anyar jika mengalami kenaikan harga. “Namun sampai hari ini (kemarin-red), kenaikan harga bahan pokok dari kisaran Rp 1.000 sampai Rp 2.000 dan masih relatif stabil. Biasanya mendekati hari H, kenaikan bisa mencapai 20-30 persen,” katanya.
Senada diungkapkan, Sardi Efendi (50) penjual daging sapi. Menurutnya, meskipun harga daging sapi sudah mengalami kenaikan antara Rp 5.000-Rp 7.000 per kilo-nya tapi minat pembeli akan daging sapi justru menurun. “Kenaikan ini baru berlangsung dua hari lalu, sebelumnya harga daging Rp 90 ribu per kilogram kini mengalami kenaikan menjadi Rp 97 ribu hingga Rp 100 ribu per kilo-nya,” ucap Sardi di sela melayani pembelinya.
Adapun harga cabe khususnya cabe keriting kini Rp 25 ribu. Cabe hijau Rp 12 ribu dan cabe rawit merah 20 ribu.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang, Sudadi mengatakan, kenaikan harga sembako di Kota Tangerang masih relatif stabil. “Kenaikan harga merupakan hak dari para pegadang, kami tidak bisa melakukan intervensi. Namun, yang pasti stok bahan-bahan sembako ini jelang Natal dan Tahun Baru aman,” kata Sudadi, kemarin.
Dijelaskan Sudadi, kenaikan ini akan terus terjadi jika pasokan barang dari distributor mengalami keterlambatan atau malah sulit mendapat barang. ”Jika barang makin sulit didapatkan, maka kenaikan harga terus akan terjadi,” pungkasnya. (jojo/made)
