Pasien Miskin Tewas Telantar

Ditolak saat Berobat ke RS Sitanala, Dewan Desak Pemkot Ambil Langkah Tegas
TANGERANG, SNOL Bila benar gara-gara ditolak rumah sakit sehingga lam­ban dalam penanganan dan menyebabkan pasien meninggal, kejadian ini sungguh memilukan. Agung Satrio (17), warga RT 07/03, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, meninggal dunia lantaran di­tolak saat berobat ke Rumah Sakit Sitana­la dengan alasan tidak ada dokter syaraf.
Kasus yang menimpa Agung Satrio ini menjadi tamparan. Selain pasien yang ber­sangkutan pemegang kartu jaminan kesehatan (Jamkesmas), RS Sitanala sendiri merupakan salah satu rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemkot Tangerang untuk pelayanan kesehatan gratis buat warga Kota Akhlakul Karimah.
“Sudah tiga kali saya bawa Agung ke RS Sitanala, dan saat itu kondisinya juga cukup parah seperti kejang-kejang dan tak sadarkan diri. Tetapi pihak ru­mah sakit tak sedikitpun terenyuh me­lihat kondisinya,” keluh Anti Sujarmi­ yati (45), ibu kandung Agung sambil terus menitikkan air mata usai pemakaman putran­ya di TPU Kampung Kelapa, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (11/12).
Ibu paruh baya ini mengaku kecewa dengan perlakuan dari pihak RS Sintanala yang secara jelas dengan sengaja menolak untuk melakukan penanganan medis terhadap putranya tersebut. Padahal, dirinya telah membawa surat rujukan dari Puskesmas dan memperlihatkan kartu Jam­kesmas. “Apa karena kami ini orang miskin, sehingga tidak bisa mendapatkan perawatan medis?,” ujarnya kesal.
Anti yang sehari-hari han­ya berjualan kue keliling ini akhirnya pasrah dan memilih untuk merawat sendiri Agung di rumah kontrakannya se­lama satu minggu terakhir. “Ya saya terpaksa merawat seadanya dan hanya mengan­dalkan pengobatan alternatif saja,” tandasnya.
Yang lebih membuat kesal, kata Anti, saat pihak Rumah Sakit Sitanala menyarankan Agung untuk dibawa ke Ru­mah Sakit Cipto Mangunkusu­mo (RSCM), namun dia tidak diperbolehkan meminjam mo­bil ambulans untuk membawa Agung ke RSCM. “Mereka (RS Sitanala, red) beralasan tidak punya ambulans. Sudah jelas pas saya masuk ada tiga unit yang terparkir, gimana saya tidak sakit hati,” tegasnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Wibisono mengakui telah menerima laporan terkait penolakan Ru­mah Sakit Sitanala terhadap pasien Jamkesmas. Kendati demikian, pihaknya tengah mengkrosceknya ke rumah sakit yang bersangkutan.
“Saya belum bisa komentar lebih jauh, karena harus dik­roscek dahulu kebenarannya. Yang jelas, seharusnya Jamkes­mas itu berlaku. Sebab, pemer­intah tidak ada masalah den­gan persoalan anggarannya,” ujar Wibisono saat dihubungi Satelit News, kemarin.
Trepisah, Wakil Ketua Komi­si II DPRD Kota Tangerang, Suwarno ketika ditanya terkait persoalan ini mengaku kaget dan tak habis pikir. Ini lantaran beberapa waktu lalu DPRD Kota Tangerang sudah me­nyetujui pengajuan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk pembayaran klaim program Multiguna ke sekitar 35 rumah sakit yang sudah menjadi mitra Pemkot Tangerang selama ini.
“Saya akan meminta Di­nas Kesehatan dan RS Sita­nala untuk menjelaskan hal ini. Karena ini akan menjadi buruk di kemudian hari jika dibiarkan,” tegasnya.
Selain itu, dirinya juga me­nyayangkan tidakan yang dilakukan pihak rumah sakit yang terkesan hanya me­mikirkan sisi bisnis semata dibandingkan dengan fungsi sosialnya. “Ya kalau tidak bisa dirawat inap, seharusnya kan bisa dilakukan tindakan medis awal,” katanya.
Hal lebih keras disampai­kan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wi­bowo. Dia mendesak Pemkot Tangerang untuk mengambil langkah tegas jika memang benar ada rumah sakit yang masih saja menolak pasien miskin berobat di Kota Tangerang. “Saya juga akan mendorong Komisi terkait untuk turun menyelesaikan permasalahan ini,” tandas­nya.
Hingga berita ini diturunk­an, belum ada keterangan resmi dari manajemen Rumah Sakit Sitanala. Satelit News yang menghubungi Kepala Bagian Humas RS Sitanala Tangerang, Berry, nomor se­lularnya dalam kondisi tidak aktif. Bahkan, saat wartawan mendatangi rumah sakit yang bersangkutan, tidak ada se­orang pun pihak manajemen yang memberikan keterangan dengan alasan sedang rapat. (jojo/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.