Buruh PT Uni Penus Keluhkan Upah

SERANG,SNOL—Sebuah pabrik yang bergerak di bidang produksi tisu yakni PT. Uni Penus (UP) yang berloksi di Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Dikeluhkan warga setempat, yang juga sebagai karyawan pabrik tersebut.

Karena, upah kerja yang diberikan perusahaan selama ini masih jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Salah seorang buruh, Ahmad Nawawi mengatakan, ada dua perusahaan penyalur pekerja outsorching ke PT. Uni Penus itu. Antara lain, PT. BCA dan PT Gama. Namun, ia menuding PT Gama yang kerap bermasalah. “Kami menuding PT. Gama sebagai yayasan agen penyalur pekerja di PT. Uni Penus, telah melakukan penipuan dan bekerjasama dengan PT. Uni Penus,” kata Nawawi, saat ditemui diareal pabrik, Jumat (3/4).

Menurutnya, selain permasalahan upah yang minim, juga masih adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan pihak perusahaan. “Kami hanya dibayar Rp 600-700 ribu perBulan. Padahal, UMK Kabupaten Serang berkisar Rp 2,7 juta,” tambahnya.

Ia meminta pihak perusahaan untuk mempekerjakan kembali warga Ciagel, dan Sukamaju yang sudah di PHK. Selain itu, seorang ibu hamil agar dipekerjakan non shift. “Kami minta, oknum yang merugikan warga sekitar pabrik agar dipecat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Gunawan, seorang buruh lainnya yang mengaku dirinya sangat prihatin dengan sikap perusahaan. Disaat perusahaan-perusahaan lain memberikan upah yang layak, dan jaminan yang layak. Sedangkan, perusahaan tersebut justru jauh dari aturan yang ditetapkan pemerintah.

“Boro-boro gaji Rp 2 juta, Rp 1 juta juga nggak sampai,” keluhnya.

Diharapkannya juga, Pemerintah Daerah (Pemda) menegur pihak perusahaan, serta membina seluruh perusahaan yang selama ini berinvestasi diwilayah Kabupaten Serang. Sebab, hal ini sangat merugikan maasyarakat khususnya buruh yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Harusnya diberikan pengawasan khusus oleh Pemda, jadi tidak seenaknya ngasih upah,” imbuhnya. Sayang, pihak perusahaan belum ada yang bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Beberapa kali coba ditemui, tapi tak ada di tempat. (mg23/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.