Tawuran Seperti Dianggap Wajar

Di Kalangan Pelajar

SETU,SNOL— Polres Tangerang Selatan telah menangkap pelaku aksi tawuran pelajar yang terjadi 31 Juli lalu di Jalan Raya Pus­piptek Kademangan Kecamatan Setu, hingga menewaskan satu orang pelajar AF (16). Pelaku berinisial FF (17) merupakan siswa SMK Bhipuri Serpong. Atas kejadian itu pihak sekolah akhirnya mengeluarkan delapan siswanya yang terlibat tawuran.

Sejumlah kalangan menilai peristiwa ini telah mencoreng dunia pendidikan di Kota Tang­sel. Apalagi Tangsel telah dino­batkan sebagai Kota Layak Anak. Buntut dari kejadian ini juga se­lain menelan korban jiwa juga telah membuat sejumlah pelajar yang terlibat tawuran harus ke­hilangan haknya mendapatkan pendidikan di sekolah.

Salah satu tokoh masyarakat Tangsel, Yudi mengungkapkan, tawuran adalah fenomena Gu­nung Es dan kian meningkat jumlah pelakunya dan alat yang digunakan berupa senjata bua­tan mereka sendiri. Contohnya, alumni pun masih dendam, itu akibat perilaku tawuran turun-temurun yang dianggap wajar bahkan wajib.

Ketika ada sanksi tegas terh­adap murid tersebut termasuk sekolah tersebut maka bagi mu­rid akan timbul efek jera dan bagi sekolah lebih intens perha­tian agar peka terhadap perilaku muridnya karena perilaku satu orang yang ditolelir maka akan menjadi inspirasi bagi ratusan murid lainnya.

Bukan hanya di kalangan pelajar, tawuran juga kerap ter­jadi antar kelompok masyarakat. “Kebiasaan buruk kalau didiam­kan lama-lama dianggap seba­gai kelakuan baik (wajar). Efek seperti sekarang ini masyarakat anggap tawuran itu hal wajar se­bagai kenakalan remaja, pada­hal itu kriminal murni, ada pula yg beranggapam “Anak STM/SMK wajar kalau tawuran,” un­gkapnya.

Menanggapi fenomena tawuran ini, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Se­latan, Taryono menyayangkan ada kejadian itu. “Kami menye­salkan kejadian tawuran pela­jar. Para pelajar mestinya sibuk menggali potensi diri untuk dikembangkan sehingga men­jadi pelajar yang berprestasi, sehingga pada akhirnya menjadi generasi cerdas dan berkarak­ter,” ungkapnya kepada Satelit News, Selasa (14/8).

Guna mencegah prilaku kekerasan pelajar atau memutus mata rantai kekerasan, pihaknya mengimbau agar sekolah meningkatkan efektivitas dan kuali­tas kegiatan pembelajaran. “Jangan sampai ada jam pelajaran kosong tanpa guru,” imbuhnya.

Perhatian guru terhadap siswa secara individual juga harus ditingkatkan, kemudian tingkat­kan kegiatan penguatan pen­didikan karakter. Pihak sekolah juga harus berkolaborasi dengan orangtua siswa dan masyarakat.

“Buat sekolah menjadi rumah kedua para siswa yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi para siswa, bangun komu­nikasi dengan ikatan alumni sekolah untuk pemberdayaan kreatif dan peningkatan mutu serta kondusivitas sekolah,” tambahnya.

Sebelumnya, kasus penusu­kan terhadap Ahmad Fauzan (16) saat aksi tawuran pelajar dua kelompok sekolah bebera­pa waktu lalu akhirnya terung­kap. Pelaku ternyata masih ada hubungan saudara dan keduanya hidup bertetangga.

Kasus ini terungkap setelah Polres Tangerang Selatan menga­mankan pelaku penusukan beri­nisial FF (17) setelah dua minggu lebih buron dan melarikan diri ke wilayah Tasikmalaya, Jawa Ba­rat. “Kami setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga akhirnya dibantu oleh keluarganya me­nyerahkan diri ke Polres. Pelaku sempat lari ke Tasikmalaya, setelahnya ke Lido, Sukabumi dan menyerahkan diri,” kata Kapol­res Tangsel, AKBP Ferdy Irawan Senin (13/8).

Dirinya memastikan pelaku FF adalah pelajar SMK Bhipuri, kelas XII warga Pedurenan 3, Gunung Sindur, Kabupaten Bo­gor. “Kami ingin meralat apa yang telah disampaikan waktu itu, bahwa pelaku adalah benar dari SMK Bhipuri, yang memang hanya dua sekolah itu yang ter­libat tawuran di Jalan Raya Pus­piptek,” terang dia.

Pasca kejadian itu, Kepala SMK Bhipuri, Sutrisno mengaku mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan siswa yang diang­gap ikut terlibat. “Yang ikut su­dah kami keluarkan,” kata Sutris­no. “Sementara ada 7 orang dan sudah dipanggil orang tuanya. Terduga pelaku pasti (dikeluar­kan),” tegasnya saat jumpa pers di Polres Tangsel, Senin (13/8). (jarkasih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.