Truk Gula Dirampas di Tol, Sopir dan Kenek Dibuang

BALARAJA,SNOL Aksi perampokan kian marak. Sebuah truk Hino bermuatan 18 ton gula pasir dirampok saat melintas di tol Merak-Jakarta STA 38.750, Desa Telaga Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Sopir dan kernetnyadibuang di pinggir tol Cikarang. Kerugian ditaksir mencapai Rp 180 juta.
Kendaraan truk milik PT Wira Nara Putra Kurnia yang mengangkut gula dari Provinsi Lampung tersebut ditemukan oleh polisi dalam keadaan kosong di kilometer 43 Jalan Raya Serang.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB pada Kamis (2/8) lalu perampasan truk itu terjadi pada Kamis (2/8/2012) malam. Namun, baru dilaporkan ke Polsek Balaraja, Polres Kota Tangerang, pada Minggu sore kemarin. Sebab, sopir dan kernet truk lebih dulu melapor ke majikannya.
Saat itu supir truk bernama Ridwan (30) bersama kernetnya Rustam Efendi (22) tengah membawa gula pasir yang akan dikirim ke Cakung Jakarta sebanyak 360 karung atau setara dengan 18 ton.  Di tengah perjalanan keduanya menghentikan kendaraannya dengan maksud beristirahat di pinggir jalan tol itu. Kedua warga Lampung tersebut ingin buang air kecil.
Sesaat setelah korban merapatkan kendaraannya di pinggir tol, sebuah mobil avanza yang diisi sekitar enam hingga delapan orang langsung ikut merapatkan kendaraannya. Kendati para pelaku tidak membawa senjata tajam maupun senjata lainnya, namun karena jumlah pelaku yang banyak. Akhirnya korban hanya dapat pasrah. Disaat itulah korban dibawa masuk ke dalam mobil avanza, sedangkan beberapa pelaku lainnya membawa truk bermuatan gula tersebut.
“Pelaku langsung menarik dan menyekap korban dengan menggunakan lakban dan tali. Kemudian pelaku menghuras isi truk dan membawa korban kemudian membuang korban di pinggiran Tol,” ujar Ipda David Kanitero, Kanit Reskrim Polsek Balaraja kemarin (6/8).
Di situ, para pelaku menutup mata dan mulut korban dengan plakban hitam. Kaki dan tangan keduanya juga diikat dengan plakban. Korban lalu dibuang di kawasan Cikarang, Serang Baru, Banten. Komplotan perampok itu kemudian membawa kabur truk dan muatannya, milik PT Wira Nara Putra Kurnia. Semula gula pasir itu akan dibawa ke gudang di Bekasi Jawa Barat.
Hingga kini, polisi masih terus menyelidiki keterangan para saksi dan korban. Polisi juga telah berkordinasi dengan petugas Tol Jakarta-Merak dan kemanan Rest Area dengan meminta copian CCTV Rest Area. “Kami terus memburu para pelaku. Kami juga telah mengambil kamera pengaman Rest Area untuk mencari barang bukti,” tegas Ipda David.
Dari pengakuan korban, beberapa jam sebelum terjadi perampokan, dirinya berangkat dari Lampung dengan membawa gula senilai Rp 180 juta. Setelah sampai di Ciujung, Ridwan menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah saudaranya berinisial TA di Kampung Sempur, Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka. Berselang tiga jam kemudian, Ridwan bersama kernetnya langsung berangkat kembali ke tujuan akhirnya di Cakung Jakarta. (hendra/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.