Arief Klaim Sudah Serahkan DED
TANGERANG,SNOL—Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengklaim sudah menyerahkan kajian Detail Engineering Design (DED) kepada Pemprov DKI Jakarta. DED tersebut diserahkan sejak lama kepada perwakilan salah satu biro sebagai persyaratan mendapatkan bantuan keuangan DKI kepada daerah mitra.
“DED sudah dikirim, sudah lama saat ketemu kepala biro. Nah sekarang kita menunggu surat kejelasannya kalau memang mau ada hibah,” kata Arief R Wismansyah, kemarin.
Arief mengatakan, hingga kini Pemkot Tangerang belum mendapat surat tertulis dari DKI. Maka itu, pihaknya sudah menugaskan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk menjalin komunikasi.
“Bantuan itu kan sudah diwacanakan kemudian akan menjadi Pergub, tapi kita tidak tahu komposisinya seperti apa. Karena itu akan menjadi dokumennya dia, jadi kita tanyakan lebih jelas. Syarat yang diminta sudah kita berikan, intinya kita masih menunggu lah,” katanya.
Arief mengungkapkan, apabila dana itu sudah dapat dicairkan, pihaknya akan memprioritaskan dana tersebut untuk jalan Ciledug. Menurutnya, Kota Tangerang ingin menambah jalur busway dari perbatasan Jakarta hingga ke Ciledug, jaraknya sekitar 5 kilometer dan membutuhkan anggaran sebesar Rp250 miliar.
“Bantuan keuangan DKI Jakarta juga akan dipergunakan untuk perawatan Situ Cipondoh yang berfungsi mengendalikan banjir, perawatan kali Mookevart dan masih banyak lainnya. Kalau tidak salah ada 6-9 macam kegiatan, data lengkapnya ada di Bappeda,” terangnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan bakal memberi bantuan dana kepada daerah mitra sekitar Jakarta, Bogor-Tangerang-Bekasi (Botabek). Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berjanji akan menerbitkan surat jaminan bantuan keuangan untuk kota mitra. Surat yang akan dikirim pemerintah DKI Jakarta itu direncakan pada satu hingga dua pekan ke depan.
Surat jaminan bantuan keuangan tersebut bertujuan memberi rasa nyaman bagi pemerintah Kota Bogor Tangerang dan Bekasi, supaya ada kepastian bahwa anggarannya tersedia. Pria yang disapa Ahok itu juga mengatakan dia memahami perasaan para kepala daerah kota mitra yang telah dijanjikan akan diberi.
“Selama DEDnya oke, kita kasih. Kan seperti Kota Tangerang dia minta Rp1,2 triliun, kita kasih selama DEDnya ada. Jadi, prinsip kebijakan DKI sekarang, kita memperluas wilayah tapi bukan kekuasaan melainkan tanggung jawab. Yang namanya transportasi, banjir dan macet semua hubungannya sama daerah mitra sekitar ini. Sedangkan keuangan daerah mereka terbatas,” pungkasnya. (uis/aditya)
