Lagi, Ponpes Salafi Terbakar
PANDEGLANG,SNOL– Diduga akibat arus pendek listrik, sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) salafi di Kampung Cisaat, Desa SinarjayaKecamatan Mandalawangi, hangus dilalap api. Sehari sebelumnya, api juga menghanguskan kobong santri sebuah pesantren salafi di Kampung Ciliang RT 04/01, Kelurahan Kadumerak Kecamatan Karang Tanjung.
Musibah kebakaran yang menimpa Ponpes di Kampung Cisaat itu terjadi tiba-tiba, sehingga mengundang reaksi puluhan warga dan para santri di pondok itu. Seorang saksi mata, Oman mengatakan, saat itu ia sedang main bulutangkis di sekitar Ponpes. Tiba-tiba, ia dikagetkan dengan adanya kobaran api dari Ponpes itu sangat besar. Seketika ia menghentikan olahraganya dan langsung berteriak meminta pertolongan.
“Pondok Pesantren yang hangus terbakar milik KH Jai. Saya melihat api cukup besar dan lansung lari ke TKP sambil berteriak minta tolong ke warga lainnya. Wargapun langsung berhamburan membantu memadamkan api, dengan alat seadanya,” kata Oman, Senin (6/7).
Kobaran api sangat cepat membakar dan menghanguskan bangunan di lingkungan Ponpes, karena pondok itu bangunannya semi permanen yang sangat mudah sekali terbakar. Akhirnya, ia beserta warga kesulitan memadamkan api. Warga sempat kesulitan memadamkan api, akibat keterbatasan alat dan ketersediaan air. Sekitar dua jam lebih, api baru dapat di padamkan. “Waktu itu tidak ada bantuan dari pemadam kebakaran (Damkar). Makanya, kami kesulitan dan cukup lama sekali memadamkan api itu. Alhamdullilah, akhirnya api dapat kami padamkan dan tidak merambat ke rumah warga lainya,” tambahnya.
Kepala Desa (Kades) Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kholid membenarkan kejadian itu. Sesaat setelah kejadian, Kholid bersama aparatur desa dan warga sekitar langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memadamkan api. Dalam musibah kebakaran itu, tidak ada korban jiwa. Hanya barang-barang santri yang hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta lebih. “Kami akan secepatnya mendata secara detail kerugiannya, dan akan melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsosnaker), agar para korban mendapat bantuan,” ujarnya.
Terpisah, kepala BPBD Pandeglang Doni Hermawan mengaku belum mendapat laporan resmi terkait musibah itu. Namun demikian, pihaknya menyarankan kepada aparat desa dan kecamatan untuk membuat laporan dan pengajuan permohonan bantuan.
“Setelah permohonan bantuan kami terima, kami akan langsung salurkan bantuan tanggap darurat,” imbuhnya.
Pada Sabtu (4/7) malam lalu, Kobong atau ruangan kamar yang biasa dijadikan tempat tidur para santri, di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiah di Kampung Ciliang RT 04/01, Kelurahan Kadumerak Kecamatan Karang Tanjung, ludes dilalap si jago merah. Saat kejadian, para santri sedang pulang (masa liburan sekolah), sehingga kamar itupun kosong. (mg29/mardiana/jarkasih)
