Gelar Pameran Foto di pinggir Jalan
TANGERANG, SNOL– Di troatoar jalan, tepat di depan kampus Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Kota Tangerang berjajar foto-foto hasil jepretan anak-anak muda yang tergabung di Ikatan Mahasiswa Fotografer (IMAFO).
Sesuai tempatnya, pameran ini menonjolkan hasil pemotretan aktifitas manusia di jalanan.
Inisiatif ini terlahir dari seorang anak muda yang hobi dengan dunia fotografi, terdiri dari Zubir Rakkaus, Hendra Setiawan, dan Faiz Muflih. Komunitas yang baru terbentuk tahun lalu ini, memang belum cukup terkenal di kalangan mahasiswa Unis.
Tapi, dengan pameran jalanan ini, para pendiri IMAFO ingin menunjukkan eksistensinya di kampus melalui cerita bergambar. “Kami ingin menapilkan yang beda dari pameran pada umumnya. Dipinggir jalan seperti ini, siapa saja bisa lihat dan gratis lagi,” ujar salah seorang pendiri IMAFO, Zubir Rakkaus.
Lanjut Zubir, pameran ini merupakan keinginannya untuk berbagi kisah lewat gambar. Dan menunjukkan bahwa realita di jalanan begitu banyak kisah yang mengharukan. Dan banyak pula yang tidak menghiraukannya, padahal selalu berlalu-lalang di jalan.
Hasil foto yang humanis, sangat jelas menggambarkan hingar bingar kota yang padat dengan penduduknya. Seperti terpajang foto anak jalanan yang sedang ngamen di pintu angkutan umum, pasar kaki lima yang tumpah di trotoar jalan, angkot yang berhenti sembarangan, kemacetan, hingga seorang pemulung yang menyebrangi anak sekolah, menjadi pemandangan paling menarik dari pameran ini.
“Tertuang sudah, kondisi kota ini tanpa harus berbicara panjang lebar. Banyak aktifitas yang dilakukan di jalanan, yah inilah hasilnya yang kami abadikan,”terangnya.
Zubir juga menambahkan, komunitas ini tidak hanya berfokus kepada satu tema. Biasanya, setiap seminggu sekali ada tema yang diangkat dan dipamerkan. Diantaranya tentang kasih sayang, teman, gedung atau arasitektur, dan beberapa tema menarik lainnya.
Mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan yang ada di Unis ini. Tak satupun yang berasal dari jurusan fotografi atau jurusan yang bersangkutan. Selain memang tidak tersedianya jurusan tersebut, mereka pun memiliki bakat terpendam dan sangat menarik jika diasah lebih dalam.
Namun, dari hobi dan belajar secara otodidak membuat konunitas ini selalu bertambah anggotanya. Dengan dibantu seorang dosen dan jurnalis fotografer, membuat komunitas ini tetap bertahan.
“Di Unis memang belum ada jurusan yang berkaitan dengan ini, kami saling berbagi ilmu saja satu sama lain. Ada dosen juga yang bantu kami,” paparnya. (widiawati/pramita)
